Wanita Karir
May 24, 2007
Fenomena (bukan acara di salah satu stasiun TV-red) perempuan yang bekerja (wanita karir) merupakan hal yang menarik untuk disimak. Saya turut simpati sama perempuan-perempuan (perkasa ini) karena perempuan yang bekerja (full time) dituntut untuk berperan ganda yaitu untuk membantu suami mencari nafkah dan dia juga harus mampu merawat anak dan keluarganya (termasuk suaminya) di rumah.
Perkembangan ini mungkin didorong gembar-gembor isu emansipasi wanita. Atau apakah jika perempuan yang bekerja merasa lebih keren dibanding hanya sebagi ibu rumahtangga??? Atau karena tuntutan ekonomi keluarga dia harus ikut membantu suami dalam menafkahi keluarga??? …???
Any comment??
Entry Filed under: Opini. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
caangbulan14 | May 28, 2007 at 1:24 pm
menurutku, era feminisme telah usai. sekarang adalah masa post feminisme. dimana perempuan tak lagi memperjuangkan kesetaraan. perempuan bekerja, karena emang udah tuntutan jaman. apalagi untuk yang di Jakarta. Ngerti sendiri kan biaya hidup di metropolitan? kalau mengandalkan penghasilan suami aja, bisa keteteran.
Dan lagi, karena post feminisme itu, perempuan yang bekerja memang sudah selazimnya. Perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama untuk eksistensi diri. Aktualisasi diri.
Yah, jaman udah bergulir sih. Meskipun misalnya suami telah mencukupi kebutuhan keluarga, tuntutan terhadap perempuan masa kini berbeda dengan masa lalu. Tak hanya untuk membantu penghasilan suami, perempuan bekerja untuk dirinya sendiri.