PIO Nas Badan POM RI

December 31, 2007 at 10:55 am 2 comments

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi yang sangat pesat telah menghasilkan berbagai produk terapetik/obat inovasi baru yang di satu sisi memberikan kontribusi signifikan dalam perbaikan pelayanan kesehatan, namun di lain pihak dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan apabila digunakan tidak tepat atau berlebihan. Informasi obat yang mencakup cara pemakaian, dosis, indikasi, dan efek samping menjadi sangat penting dalam menetukan keberhasilan dari suatu terapi pengobatan.

Sudah menjadi rahasia umum, banyak apotek di Indonesia yang belum memberikan pelayan informasi obat yang optimal kepada pasien selaku konsumen. Keberadaan lembaga yang dapat memberikan informasi obat kepada konsumen menjadi hal yang penting dalam perbaikan pelayanan kesehatan.

Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM (PIO Nas) mulai di’launch’  pada Juni 2005. Layanan yang diberikan mencakup pemberian informasi dan konsultasi obat untuk semua kalangan baik masyarakat awam maupun profesional kesehatan (seperti dokter, apoteker, perawat) dan juga mahasiswa.

Fasilitas yang dimiliki PIO Nas antara lain data ‘approved labelling’ semua obat/suplemen makanan/obat tradisional yang disetujui beredar di Indonesia, literatur/pustaka yang terus di’update’ agar memenuhi syarat keterkiniannya, dalam bentuk buku, CD atau jurnal serta akses internet untuk mendapat informasi yang obyektif, valid dan terkini.

Dengan adanya lembaga ini, diharapkan informasi obat dapat diakses dengan mudah oleh pasien, sehingga tingkat keberhasilan dalam terapi pengobatan akan semakin baik.

Jadi jika anda membutuhkan informasi mengenai obat, jangan ragu untuk menghubungi PIO Nas Badan POM. Telp/Fax : 021 – 4259945/42889117 Email : informasi@pom.go.id

Selamat mencoba.

Entry filed under: Farmasi, Tips. Tags: .

Apakah Masyarakat Kita Masih Membutuhkan Apotek? Black rose

2 Comments Add your own

  • 1. fauzanarafat  |  January 1, 2008 at 4:10 pm

    “pak,minta amoxicillin…”
    “ada pak, tapi boleh tahu sakitnya apa pak?”
    “udah, pokoknya sy minta amoxicillin!”
    “ini pak, tapi memangnya bapak yakin perlu antibiotik? ini antibiotik lho pak…? bapak sudah sakit berhari-hari?”
    “ah, banyak omong…saya minta satu tablet aja kok!”
    “tapi antibiotik ini minimal 3 hari pengunaannya pak, jadi bapak sebaiknya ngambil satu strip…klo tidak…”
    “halah! klo ga mau jual satu tablet sy ke apotek lain aja!”
    “oke2 pak, qta bisa kasih satu tablet, tapi yg penting sy sudah menginformasikan yg saya tahu ya pak…selebihnya resiko bapak tanggung sendiri…”

    –apoteker gotta work in their own apotek!—

    Reply
  • 2. fajar  |  February 28, 2008 at 1:44 pm

    ironis memang, kadang konsumen sendiri yang ngeyel n ngga mau diberi tahu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: